Menyaksikan Candi Mungil dengan Hamparan Sawah di Candi Banyunibo

by -239 views
Candi Banyunibo

Yogyakarta memang selalu identik dengan berbagai tempat wisata eksotis dan menarik. Beberapa candi terkenal terletak di kota gudeg ini, sebut saja Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, dan Candi Ijo. Namun nama candi-candi megah dan besar tersebut sudah mainstream didengar oleh masyarakat. Ada sebuah candi anti-mainstream yang jarang dikunjungi oleh wisatawan di wilayah ini. Candi ini berada di wilayah pinggiran Yogyakarta dan sedikit kurang terjamah, yaitu Candi Banyunibo.

Candi Banyunibo berada di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah Kota Wonosari. Letak persisnya berada di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Buddha ini berada tidak jauh dari kompleks Candi Ratu Boko, Candi Prambanan, Candi Barong, dan Candi Ijo. Candi Banyunibo terletak sekitar 5,6 km ke arah selatan dari Candi Prambanan, 4 km dari Candi Barong, dan 1 km dari Candi Ratu Boko. Candi utama yang ada pada candi mungil ini terletak di antara persawahan dan ladang tebu milik masyarakat sekitar yang menghadap ke arah barat.

Nama “Candi Banyunibo” dalam bahasa Jawa berarti air jatuh-menetes. Arti nama ini dikaitkan dengan kondisi daerah sekitar candi yang merupakan sumber air menetes dan sungai kecil yang berada di depan candi. Candi Banyunibo diduga telah dibangun sejak abad ke-9 masehi pada zaman Kerajaan Mataram Kuno berkuasa di wilayah tersebut. Pada tahun 1940, Candi Banyunibo ditemukan dalam keadaan runtuh. Kemudian dipugar hingga tahun 1978.

Candi Banyunibo dibagi menjadi beberapa bagian meliputi 1 buah bangunan utama dan 6 buah candi perwira. Di bagian atas candi, terdapat stupa khas Buddha. Candi ini memiliki atap berbentuk kubah (dagoba). Pada setiap bagian candi, terdapat ornamen-ornamen relief dan hiasan yang berhubungan dengan pertanian. Tak hanya itu saja, ada juga relief yang menggambarkan Dewi Hariti sebagai dewi kesuburan. Sedangkan dindingnya dihias dengan jendela-jendela yang diberi pilaster.

Pada masing-masing kaki candi dibagi menjadi beberapa bidang yang berisi pahatan hiasan tumbuh-tumbuhan yang ke luar dari pot-pot bunga, siput, dan wortel yang biasanya dikaitkan dengan simbol kesuburan. Ada enam buah candi perwira berbentuk stupa dengan diameter 5 meter yang mengelilingi candi utama di sebelah timur dan selatan. Di bagian utara candi, terdapat tembok batu yang membujur dari arah barat ke timur. Tembok batu ini memiliki panjang sekitar 65 meter.

Candi ini memang masih sepi dari pengunjung. Suasananya masih sunyi dan sederhana. Lingkungan kompleks percandiannya pun tidak begitu luas seperti candi lainnya. Candi Banyunibo memiliki luas sebesar 15,325 x 14,25 meter dengan tinggi 14,25 meter. Di dalamnya terdapat bilik berukuran 6,875 x 4,5 meter. Anda juga bisa semakin menikmati suasana pertanian karena di bagian depan candi terdapat hamparan sawah milik masyarakat sekitar.