Menilik Sejarah Kelautan Indonesia di Monumen Kapal Selam Surabaya

by
Monumen Kapal Selam

Jika biasanya Anda berlibur hanya untuk refreshing dari rutinitas kerja sehari-hari, mungkin pada suatu titik Anda akan bosan dengan kegiatan yang itu-itu saja. Datang ke tempat wisata satu ke tempat wisata lainnya hanya untuk berjalan santai, duduk-duduk, kemudian pulang. That’s it? Sungguh, kalau hanya itu agenda Anda selama liburan mungkin Anda tidak perlu berlibur terlalu jauh.

Maka cobalah alternatif liburan lain yang memberikan pemandangan lain dan tidak hanya mempersilakan Anda duduk dan tidak berpartisipasi apa-apa. Wisata sambil menambah ilmu pengetahuan dan mempelajari sejarah yang ada, kenapa tidak? Wisata alternatif satu ini tidak hanya membuat Anda terlepas sejenak dari segala tuntutan pekerjaan yang menghantui Anda siang dan malam, namun juga memberikan Anda pengetahuan sejarah apa yang terjadi di masa lalu. Keuntungan lainnya yaitu memberikan Anda pengalaman serasa berada di dalam suatu masa.

Monumen Kapal Selam (disingka Monkasel) merupakan sebuah monumen berupa kapal selam KRI Pasopati 410 yang pernah digunakan TNI Angkatan Laut dalam Pertempuran Aru Samudera membebaskan Papua Barat dari pendudukan penjajah, Belanda. Kapal selam ini beroperasi sejak 29 Januari 1962 dengan tugas utama menghancurkan garis musuh, pertahanan, dan penggerebekan secara diam-diam dan sekarang dijadikan monumen sebagai peringatan keberanian pahlawan Indonesia melawan Belanda kala itu. Diresmikan pada tanggal 27 Juni 1998, monumen ini merupakan salah satu tujuan wisata yang cukup ramai dan banyak dikunjungi wisatawan di Surabaya. Monumen ini berada di Jalan Pemuda nomor 39, Surabaya, tepatnya persis berada di tepi Kali Mas dan sebelah Plaza Surabaya atau Delta Plaza.

Memasuki bagian dalam bangkai kapal selam ini, Anda akan dipandu oleh seorang tour guide untuk mengelilingi sekaligus memberikan pengetahuan sejarah terkait dengan kapal selam buatan Uni Soviet tahun 1952 ini. Kapal ini memiliki dimensi 76,6 meter x 6,30 meter, serta dilengkapi dengan gas uap torpedo berjumlah 12 buah. Di dalamnya terdapat beberapa ruangan penting guna dijalankannya fungsi kapal selam ini yang meliputi ruang torpedo lengkap dengan 4 peluncur torpedo, ruang periskop sebagai pusat informasi temput, ruang tunggal perwira, ruang ABK (anak buah kapal), ruang torpedo buritan, ruang listrik, dan ruang diesel. Sayangnya, media tempur jenis SS Type Whiskey Class ini belum dilengkapi dengan pendingin udara yang mengatasi suhu udara yang cukup tinggi di dalam kapal meski mendapat pasokan oksigen yang cukup bagi awak kapal. Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah karena banyaknya ruang dan titik penting bagi jalannya kapal, muatan orang kapal selam itu tidak terlalu banyak. Maksimal sekitar 60 wisatawan yang dapat berada di dalam monumen dalam waktu bersamaan untuk melihat-lihat bagian dalam kapal.

Selain dapat masuk untuk melihat-lihat dan mempelajari bagian dalam kapal, Anda juga dapat menikmati fasilitas kunjungan berupa pemutaran video tentang angkatan laut (AL) Indonesia pada zaman perjuangan kemerdekaan. Selain itu, disediakan juga kafe serta tempat nongkrong di pinggiran Sungai Kalimas. Bagi anak-anak, disediakan kolam renang untuk berenang dan bermain air. Di sini juga disediakan fasilitas mushola sehingga Anda tidak perlu mencari terlalu jauh masjid ketika adzan berkumandang. Mokasel buka setiap hari dengan waktu buka untuk Hari Senin sampai Jumat mulai pukul 08.00-20.00 WIB. Sementara untuk Hari Sabtu dan Minggu, monumen ini buka hingga pukul 21.00 WIB. Harga tiketnya pun cukup terjangkau, yakni Rp 10.000,00 per kepala.