Batutumonga: Kampung di Atas Awan Toraja yang Wajib Dikunjungi

by

Berada di atas awan dengan menaiki pesawat terbang mungkin sudah pernah Anda alami. Begitu juga dengan naik gunung, anda bahkan bisa berada di atas awan. Namun di Batutumonga, sensasi berada di atas awan akan terasa berbeda. Batutumonga, sebuah daerah yang berada di lereng gunung Sesean di Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Sekitar 328 kilometer dari Kota Makassar.

Gunung Sesean juga menjadi gunung tertinggi di Toraja. Sehingga tentunya jika menginjakkan kaki di Batutumonga, satu wilayah Toraja Utara bisa dijangkau dan dilihat jelas. Batutumonga menjadi spesial karena berada di ketinggian namun bisa dijangkau oleh kendaraan roda dua bahkan roda empat. Sehingga effortless bagi pelancong. Namun kendaraan umum belum ada yang menjangkau area ini.

Sehingga saran bagi para pelancong, dapat menyewa kendaraan yang banyak ditemui di ibu kota Kabupaten Toraja Utara, Rantepao. Kalau minim anggaran, sah-sah saja menyewa roda dua karena aksesnya tidak terlalu ekstrim. Bahkan Anda bisa sesekali singgah di perjalanan jika menemukan view yang bagus. Sawah, deretan Tongkonan milik warga setempat dan berada diatas awan tentunya.

Batumongga dapat menjadi salah satu pilihan destinasi wisata alam selagi Anda mengunjungi Toraja. Apalagi jika sudah melahap wisata kuburan Londa, Lemo atau Kete Kesu. Maka Batutumonga menjadi alternatif lain dan very recommended. Disarankan untuk menginap. Perjalanan menuju Batutumonga lebih 2 jam. Mengapa menginap?

Sebab Batutumonga adalah salah satu tempat melihat sunrise terbaik di dunia. Laiknya gunung Bromo. Anda wajib merasakan sendiri sensasinya. Hangatnya mentari pagi menyelimuti, bias sinar yang muncul dari balik awan serta kabut yang masih menutupi wajah Toraja Utara tak bisa dilewatkan.

Belum lagi hawa dingin yang menusuk. Jacket tebal dan kaos kaki wajib dibawa. Kedamaian dan keramahan warga setempat, membuat Batutumonga menjadi destinasi yang tak pernah sepi pengunjung. Turis pun memasukkan Batutumonga ke dalam list travel mereka selama berada di Toraja. Seperti turis asal Spanyol, Corie.

Ia bersama saudarinya tak ingin melewatkan Batutumonga saat mengunjungi Toraja. Bahkan mereka menginap satu malam karena ingin melihat sunrise dari tempat mereka menginap. Nah, untuk menginap tersedia banyak penginapan di Batutumonga. Karena menjual view yang mantap, maka penginapan di sana termasuk mahal. Dihitung per kepala. Berkisar Rp 150 ribu per orang.

Atau jika mau yang lebih konvensional, dapat menyewa rumah warga dengan biaya sekitar Rp 200 ribu per malam. Sudah bisa ramai-ramai menginap. Dengan maksimal 50 orang dalam satu rumah. Ini yang penting. Jika parno dengan masakan ala Toraja yang tak boleh dimakan bagi anda traveler muslim, sebaiknya bawa bekal sendiri. Mi instan dapat menjadi pilihan praktis sebab Anda pasti diserang kelaparan apalagi dengan udara dingin.